AQL Islamic Center – I’tikaf artinya adalah berdiam diri di dalam
Masjid. Rasulullah melakukannya di 10 hari terakhir Ramadhan. Hal ini
ditujukan untuk mendekatkakn diri kepada Allah dengan shalat, dzikir,
doa, dalam rangka menjemput lailatul qadar. Jika hanya kongkow atau
ngobrol, walaupun di dalam Masjid, tidak bisa dikatakan i’tikaf.
Ada ketentuan i’tikaf bagi laki-laki dan perempuan. Untuk kaum Adam,
dianjurkan untuk beri’tikaf di dalam Masjid dimana Masjid tersebut biasa
digunakan untuk shalat berjama’ah. Karena sebagian besar ulama
mengatakan bahwa laki-laki wajib untuk shalat berjama’ah di Masjid.
Sedangkan untuk kaum Hawa boleh beri’tikaf di Masjid mana saja dengan
kondisi mendapat izin dari suaminya.
Hal lainnya yang harus diperhatikan dalam beri’tikaf adalah niat.
Untuk beri’tikaf wajib untuk berniat, jika tidak adanya niat maka tidak
bisa dikatakan i’tikaf. Hal ini mengacu pada hadits arba’in an-Nawawi
yang pertama tentang pentingnya niat. Karena sesungguhnya amalan kita
tergantung kepada niatnya.
Yang kedua tidak keluar masuk Masjid kecuali untuk urusan yang
syar’i. Tidak tersedianya makanan untuk sahur misalnya, itupun
dianjurkan untuk pergi ke tempat terdekat untuk membeli makanan. Atau
jika tidak ada toilet, maka boleh pergi ke luar untuk buang hajat.
Bahkan Rasulullah hanya melongokkan kepalanya dari jendela Masjidil
Haram untuk disisirkan rambutnya oleh Aisyah.
Yang ketiga, tidak dalam keadaan haid atau nifas. Semoga kita menjadi
orang-orang yang Allah mudahkan dalam menjalankan sunnah Rasululluh,
sehingga mendapatkan lailatul qadar dimana penghulu malaikat beserta
malaikat lainnya turun ke bumi dengan izin Allah. Wallahualam…
Sumber: khutbah tarawih AQLIC-ustadz Iswahyudi
http://aqlislamiccenter.com/2015/07/08/esensi-itikaf/
Rabu, 08 Juli 2015
Jumat, 05 Juni 2015
Tabligh Akbar : Sambut Ramadhan Kokohkan Keluarga Indonesia dengan Al-Qur’an
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka GENERASI YANG LEMAH,….”
(Q.S. An Nisa’ [4]:9)
Sungguh kita tak rela membiarkan bangsa ini terpuruk karena gagal
mendidik generasi masa depan. Karena itu Mari kita sambut Ramadhan
dengan mengajak segenap anggota keluarga kembali kepada Al-Qur’an. Sebab
Al-Qur’an adalah solusi Sepanjang Zaman
Hadirilah Tabligh Akbar Sambut Ramadhan “Kokohkan Keluarga Indonesia dengan Al-Qur’an”
Pembicara :
– Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.
– Ust. Bachtiar Nasir, Lc.
– Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (Menteri Sosial RI)
– Oki Setiana Dewi
Turut Menampilkan : Hilya Hafiz Cilik
Hari/Tanggal : Selasa, 2 Juni 2015
Waktu : 08.00 sd. 12.00 WIB
Tempat : Masjid Istiqlal Jl. Taman Wijaya Kusuma, DKI Jakarta 10710
Door Prize : Ibadah Umroh untuk 3 Orang
(Undian hanya berlaku bagi peserta yang hadir pada saat pengumuman pemenang)
Umroh dipersembahkan oleh NRA Tour & Travel Group
Acara ini GRATIS, Terbuka untuk Umum & Untuk Semua Usia, Ajak
seluruh anggota keluarga sambut Ramadhan bersama dan dapatkan 1000
Al-Qur’an untuk 1000 Pendatang Pertama
Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) &
Kokoh Keluarga Indonesia (KKI)
Masjid Istiqlal, Jl. Taman Wijaya Kusuma, Sawah Besar, DKI Jakarta 10710, Indonesia
2 Juni 2015 jam 7 pagi kemarin saya dan temen saya Duwa serta adeknya, pergi ke Masjid Istiqlal untuk mengikuti Tabligh Akbar yang salah satu pembicaranya Ustadzah Oki Setiana Dewi, jam setengah 8 pagi kami sampai disana subhanallah sekitar 15.000 jamaah dari lantai dasar sampai lantai 5 terisi, acara dimulai jam 8 dari pembukaan dan disusul dengan para pembicara utama Pimp. AQL Islamic Center Ust. Bachtiar Nasir, Tokoh Zakat Nasional Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin MS, dan Direktur Pemberdayaan Keluarga & Kelembagaan Sosial Kemensos Drs. Hasbullah. Ikut mendukung acara Artis Muslimah Oki Setiana Dewi, Direktur Kokoh Keluarga Indonesia (KKI) Ust. Bendri Jaisurrahman, dan Tahfizh & Tafsir Internasional Ust. Deden M. Makhyaruddin., dan jam 10 pagi gilirannya aktivis Muslimah Oki Setiana Dewi mengungkapkan, sosok Ibu berperan penting untuk menjadikan seorang anak agar memiliki akhlak yang baik.Sebenarnya dia belum berpengalaman banget tentang menjadi seorang Ibu karena dia baru saja menjadi ibu beberapa bulan ini, Ustadzah Maryam begitulah dia kalo memanggil anaknya yang baru berusia 6 bulan, harapan ia kelak anaknya bisa menjadi pencerah bagi orang lain, menjadi daiyah yang bisa menyampaikan ayat Allah kepada orang lain walaupun hanya seayat saja.
“Sebagus apapun bibitnya maka akan menghasilkan buah yang baik,“ ujar Oki.
Menurutnya, pada zaman ini banyak perzinaan yang dilakukan oleh anak-anak muda, mereka beranggapan hal tersebut biasa- biasa saja. Banyak anak muda yang tidak mengerti dan tidak mengagungkan pernikahan, sehingga dampaknya banyak dari mereka yang tidak menikah tapi satu rumah.
“Pemahaman agama yang kurang menjadikan anak-anak tidak mengagungkan pernikahan, sehingga terbesit pada mereka, ’toh akhirnya nanti kita menikah, toh nanti kita juga sama sama’, sehingga banyak yang tidak menikah tapi tinggal satu rumah,“ ungkapnya.
Oki menuturkan, pernikahan yang baik harus dilandasi cinta kasih kepada Allah dan memiliki tanggung jawab tentang pentingnya pernikahan berlandaskan Islam.
“Menikah itu harus lillah karena Allah, menikah bukan hanya perkara disayang-sayang, tapi lebih ke tanggung jawab,“ tambahnya.
Ia menambahkan, Rasulullah memang menyuruh agar kita mengungkapkan perasaan cinta kepada saudara kita sesama Muslim. Tapi, jelas Oki, itu bukan antara laki-laki dengan perempuan.
Uhibbuki fillah itu dalam konteks saling menyayangi sesama saudara seiman antara laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan.
“Al-Qur’an bukan berkata ‘jangan berzina’, tapi jangan dekati zina. Redaksi ini merupakan satu bentuk penekanan, betapa keras Islam melarang umatnya berzina. Dalam surat An-Nur 30-31, dikatakan pada laki-laki beriman dan perempuan beriman agar mereka menjaga pandangan, serta menjaga kemaluan,“ tutupnya.
Al Qur’an sebagai manual life (panduan hidup) merupakan solusi besar bagi masyarakat dalam mengokohkan kembali lembaga keluarga Indonesia, yang sedang menghadapi ancaman serius dari berbagai penyakit sosial, terutama narkoba dan pornografi. Oleh karena itu, para tokoh masyarakat dan agama, yang dibantu peran media massa, harus mampu mengokohkan kembali lembaga keluarga, agar kita bisa kembali membangun masyarakat yang sehat lahir dan bathin, lewat pembangunan spiritual dan kurikulum pendidikan yang berbasis agama.
Begitulah paparan dari pembicara, disini saya hanya memaparkan satu pembicara saja Ustadzah Oki :) selesai acara shalat dhuhur berjama'ah dan selesai shalat kami bertiga main dihalaman Masjid Istiqlal, setengah tiga sore kami mengunjungi wisata kuliner depan Masjid, setelah itu pulang dehh :) :) :)
Rabu, 20 Mei 2015
Assalamualaikum Beijing
Lyrik Lagu Assalamualaikum Beijing Oleh Asma Nadia
Assalamualaikum kekasih hati..
Assalamualaikum pendamping diri..
Tak pernah ku bayangkan,
kau tawarkan genggaman mengobati luka di jiwa.
Assalamualaikum pendamping diri..
Tak pernah ku bayangkan,
kau tawarkan genggaman mengobati luka di jiwa.
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Assalamualaikum cinta sejati..
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Assalamualaikum penghias mimpi..
Dari negeri yang jauh, menelusuri waktu.
Kau datang penuhi takdirku.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Walau ujian datang menyapa.
Cinta.. yang dulu timbulkan luka.
Kini purna berganti cahaya.
Kasih tak pernah menyerah..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Walau ujian datang menyapa..
Cinta yang dulu timbulkan luka,
kini purna berganti cahaya..
Assalamualaikum beijing..
Senin, 06 April 2015
Perjalanan ke Danau Beko
Jumat - minggu, 3 - 5 April 3015
Seperti momen biasanya libur 3 hari kemarin saya pulang ke Tegal. Bulan Maret kemarin di media sosial lagi rame-ramenya dengar berita terbentuknya danau baru yaitu danau Beko di Margasari Tegal, bahkan ada yang bilang wisata baru di Tegal, dan denger-dengernya juga bakalan dijadikan tempat wisata oleh pemerintah Kab Tegal, dengan berita tadi saya mencoba untuk dateng melihat langsung seperti apa sih Danau Beko itu??
Yupzz Minggu 5 April kemarin saya kesana bersama saudara saya Vera namanya, hanya dengan menggunakan kendaraan bermotor sekitar 20 menitan dari desaku ( Rajegwesi ) kita bisa sampai ditujuan yaitu Danau Beko, disana kita bertemu dan kenalan dengan 4 anak yang kebetulan sama-sama mau lihat danau Beko juga, 2 perempuan dan 2 laki-laki, namanya Sinta dan Sindi kalau yang laki-laki saya lupa namanya siapa hehe.. Lalu kami berenam sepakat untuk naik ke atas bukit kapur, untuk sampai di atas bukit kapur ditengah danau kita harus melalui penyebrangan danau yang lumayan dangkal hanya dengan kedalaman sepaha orang dewasa dan panjangnya lintasan sekitar 6 meter, dan kita bisa sampai kedarat bukit untuk naik keatas,karena disitu masih asli banget belum ada jembatan penyebarangan, jadi kita butuh perjuangan untuk basah-basahan dengan air kapur, untungnya air ini kelihatannya masih bersih hijau belum ada sampah atau apalah yang biasa terlihat di sungai-sungai yang sudah tercemar, mungkin ini masih baru jadi pemandangan masih asli apa adanya, walau kondisi danau ini masih bebas dikunjungi oleh siapapun juga.
Setelah sesampainya didarat kita berenam naik keatas bukit kapur, dari atas bukit kita bisa melihat pemandangan sawah, danau, hutan serta bukit kapur lainnya, melihat pemandangan alam dari atas tadi berasa lagi menikmati surganya dunia, tak lupa kita untuk ucap syukur tentunya kepada Allah SWT yang sudah menciptakan alam semesta ini beserta isinya, kehijau-hijaunya alam ini membuat kami nyaman diatas bukit, namun karena cuaca minggu pagi itu terang dan panas banget tentunya jadi kalau bisa kita datengnya pas sore aja biar ademan dan ada semilir angin hehe..
Menurut warga sekitar kalau Danau Beko itu terbentuk karena merupakan cekungan bekas penambangan batu kapur oleh warga. Cekungan tersebut terisi oleh air hujan dan lama-kelamaan penuh dan terbentuklah sebuah danau. Danau ini semuanya ada 5 buah dengan bentuk yang berbeda-beda. Danau ini sering digunakan lokasi berenang oleh warga sekitar dan buat foto-foto juga tentunya oleh pengunjung.
Beberapa foto pemandangan alam saya ambil dari atas bukit kapur dan hasilnya bagus juga yahh.. Terbentangnya sawah, danau dengan airnya yang hijau, bukit kapur lainnya yang sebagian berwarna putih karena bekas kerukan, dan bukit yang masih asli dengan ditumbuhi pepohonan hijau, tak lupa juga kami berenam brfoto-foto diatas bukit buat kenangan, karena saking asiknya dengan panas juga hehe.. pakaian yang tadinya basah sewaktu nyebrang tadi sampai-sampai kering tak terasa, setelah puas foto-foto diatas bukit, dan panasnya minggu pagi itu, akhirnya kita turun untuk ngadem, dan pada saat turun juga kita harus menyebrang seperti semula mau naik, melalui danau yang dangkal sembari maenan air kapur.
Tak puas dengan keasikan di Danau Beko kita berenam memutuskan untuk maen lagi, tapi kemana yahh yang ada airnya??? Ahaii kita meluncur ke Waduk Malahayu yukkk??
Okelah setelah dari Danau Beko kita meluncur keWaduk Malahayu yang letaknya lumayan jauh juga dari tempat tinggalku yaitu di Kec. Banjarharjo Kab. Brebes. Menuju kesana kita melalui pedesaan dan persawahan juga, karena kebetulan kemarinnya hujan jadi jalan yang kita lalui becek banget sampai-sampai sepeda motornya harus didorong untuk didaerah yang jalannya becek. Becek-becekan dijalan yang ditengah-tengah sawah tentunya perjuangan ini melebihi pada saat akan naik ke atas bukit Danau Beko, baju dan kaki kita semua penuh dengan lumpur, karena saking kotornya setelah melewati lumpur-lumpur tadi kita cuci kaki di pengairan irigasi sawah, alhasil lumayan bersih juga walau masih ada sedikit lumpur yang menempel dibaju, pengalaman ini justru yang sangat mengesankan karena tak seperti biasanya saya bermain lumpur disawah hehe.. saya dan sinta saling mendorong sepedanya yang terjebak dilumpur, dengan alotnya dan susahnya kami berhasil melalui jalan sawah tadi. Setelah melanjutkan perjalan menuju Waduk Malahayu dan sudah sampai Desa Wanacala Brebes disitu kita berhenti ditengah jalan untuk mendiskusikan apakah perjalanan mau dilanjutkan atau dibatalkan? karena waktu yang sudah siang dan mengingat perjalanan yang lumayan masih jauh juga dan sorenya jam 4 saya harus balik lagi ke Jakarta rasanya tak sampai waktunya, akhirnya setelah beberapa menit kita diskusi keputusannya untuk membatalkan perjalanan, dan balik lagi kerumah, tak ada yang sia-sia dari perjalanan ini walau perjalanannya dibatalkan, karena sangat mengesankan bagiku terutama bermain lumpurnya hehehe..
Jadi kesimpulannya hari ini maen di Danau Beko dan bermain lumpur disawah serta panas-panasan..
Untuk selanjutnya lain waktu kita bisa melanjutkan perjalanan ke Waduk Malahayu dengan waktu yang pas tentunya.
Dan teman-temanku semunya ini ada sedikit cerita lagi, sepulang dari Tegal saya nambah teman.
Oleh-oleh pulang 3 hari ke Tegal foto di Danau Beko dan dapat temen baru Sinta dan Sindi, dilihat dari namanya seperti anak kembar yahh tetapi mereka bukan kembaran lho, hanya kebetulan saja.. :)
Foto-foto sewaktu di Danau Beko :)
Jumat, 13 Maret 2015
Surat Cinta Untuk Calon Suamiku...
Kpd. Yth,
Calon Suamiku
Assalamu'allaikum Wr..wb..
Dear Calon Suamiku...
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? karena dapat menatap kembali fananya hidup ini.
Sudahkah air wudhu menyegarkanmu kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?
Calon Suamiku
Assalamu'allaikum Wr..wb..
Dear Calon Suamiku...
Apa kabarnya imanmu hari ini?
Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur? karena dapat menatap kembali fananya hidup ini.
Sudahkah air wudhu menyegarkanmu kembali ingatanmu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?
Wahai Calon Suamiku...
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan
dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih
bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku. namun kini aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu.
Calon Suamiku...
Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku. namun kini aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu.
Calon Suamiku...
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun
mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin kini Dia tengah melatihmu
menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak. Apa yang
ku harapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena
apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang akan kau
dapati. Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku
berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu,
Suamiku.
Wahai Calon Suamiku...
Saat aku masih menjadi asuhan Ayah dan Bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Wahai Calon Suamiku...
Saat aku masih menjadi asuhan Ayah dan Bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat !
tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu. Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan.
tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu. Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski nanti kau bukanlah orang yang kuharapkan.
Calon Suamiku yang dirahmati Allah...
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi
perahu pernikahan kita, takkan ku namai dengan gubuk derita. Karena
itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan
cinta dan kasih.. Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari
pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang
halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada
diri mereka ketaatan kepada Allah Ta'ala.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran
menghiasi taman. Maka kini tengah ku persiapkan diri ini sebaik-baiknya,
bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski
bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon Suamiku...
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah calon suamiku...
Doaku selalu...Agar Allah memudahkan jalanmu tuk menjemputku sebagai bidadarimu... Semoga Allah selalu menjagamu, agar tak tersentuh dengan yang bukan mahrammu, meski hanya seujung kuku..Agar kau bisa mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku
Seperti halnya Aku,
yang ingin mempersembahkan diriku seutuhnya, Hanya
untukmu...
Sudah dulu ya calon suamiku, Salam Cintaku Untukmu...Wassalam.......
Sudah dulu ya calon suamiku, Salam Cintaku Untukmu...Wassalam.......
Calon Isterimu
Sabtu, 07 Maret 2015
Memory In Masjid Agung Kab. Tegal With My Friend
26 Desember 2014 seperti biasanya kalo hari libur saya manfaatkan untuk pulang ke kampung halaman kegiatan rutin tiap 2 bulan sekali atau sesempatnya selama saya tinggal di Ibu Kota. Yupz Tegal adalah tempat kelahiranku, pulang ke Tegal bukan hanya saja bertemu dengan keluarga tapi juga bertemu dengan teman-temanku, kebetulan hari itu temenku Siti Fatimah atau akrab dipanggil Sifa, Iis Andianisah biasa dipanggil Iis dan Dian Salamah sapaan Dian, kami berkumpul maen dirumah Sifa, karna jarang kami bisa bertemu seperti ini apalagi semenjak sudah lulus sekolah jarang sekali ada waktu untuk bermain bersama, kami semua merencanakan untuk main ke Taman Rakyat Slawi Ayu ( TRASA ), Masjid Agung Kab. Tegal, dimana tempat kita berada sebenernya itu tidak begitu penting2 banget sihh yang terpenting itu kita bisa maen bareng sebagai obat rindu, tak hanya sekedar maen-maen saja, selain berkunjung kesana kita juga bisa lebih tau apa sih itu TRASA dan Masjid Agung Kab. Tegal?? yang letak tak berjauhan, kini Kabupaten Tegal mempunyai lokasi baru untuk sekedar berkumpul – kumpul atau untuk menikmati kuliner khas Tegal. Taman Rakyat Slawi Ayu atau biasa disebut TRASA.
Taman
Rakyat Slawi Ayu yang berlokasi di depan Terminal Bus Slawi, telah
diresmikan oleh Bupati Tegal Moch. Hery Soelistiyawan pada awal tahun
2013 lalu. Taman Rakyat ini memiliki 3 bagian utama, yakni shelter
bagian selatan, bagian tengah dan shelter bagian utara. Pada shelter
bagian selatan, diperuntukkan bagi pedagang kuliner siap saji. Shelter
bagian tengah berupa panggung yang menghadap ke timur dan lapangan yang
berpavling. Digunakan manakala diadakan event-event kegiatan masyarakat.
Sedangkan lapangan untuk saat ini dimanfaatkan sebagai arena bermain.
Shelter bagian utara diperuntukkan bagi pedagang produk-produk khas
Tegalan.
Menurut
rencana semua PKL kuliner yang selama ini menggelar dagangannya di
trotoar jantung kota akan disatukan di shelter selatan TRASA. Namun
mengandung konsekuensi dimana bagi PKL kuliner yang tidak mau
dipindahkan ke TRASA diharapkan untuk tidak berjualan di areal yang bukan
untuk peruntukannya. Konsep awal pembangunan shelter PKL kuliner di
TRASA tersebut hanya untuk tempat saji dan bukan untuk memasak produk
kuliner.
“Keramaian”
Taman Rakyat Slawi Ayu untuk sementara ini di dominasi kegiatan pada
shelter bagian selatan. Nampak lebih terlihat “hidup” pada malam hari.
Sementara dipagi hari mereka belum bisa memperoleh rejeki sejalan belum
adanya kegiatan yang memancing kehadiran banyak orang. Sehingga pihak
Disperindag sementara ini masih fokus pada menciptakan keramaian di
TRASA, Secara
umum, sejak pemindahan PKL di Jl. Pierre Tendean ke shelter selatan dan
pedagang oleh-oleh khas Tegalan di shelter utara, suasana Taman Rakyat
Slawi Ayu sekarang cukup ramai, terutama pada sore hingga malam hari.
Tidak sedikit warga yang menghabiskan waktu hanya untuk sekedar santai
di Taman Rakyat Slawi Ayu. Sebuah wahana baru bagi para pencinta kuliner
dan produk khas Tegalan. Disini kita bisa meikmati suasana sore angin Tegal, dan pada sore hari khususnya malam minggu banyak anak muda yang berkunjung pastinya.. :)
Selesai bermain ke TRASA kami semua singgah ke Masjid Agung Kab. Tegal untuk shalat ashar.Yupz.. Masjid Agung Kabupaten Tegal adalah sebuah masjid yang terdapat di Kab. Tegal. Masjid ini berdiri di jalan Ahmad Yani Nomor 54 Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi. Lokasi masjid berada di tempat yang strategis yakni di pinggir jalur selatan Tegal - Purwokerto dan berhadapan dengan Tugu Poci dan Monumen GBN Slawi.
Bangunan Masjid sekarang adalah hasil renovasi yang dilakukan paada tahun 2007sampai 2010. Masjid ini dapat menampung sekitar 600 jamaah. Masjid ini terdiri dari dua lantai dimana ruang sholat utama berada di lantai dua. Keindahan masjid ini tampak pada atap kubah yang berpadu dengan landasan atap meru. Di keempat sudut sisinya juga terdapat kubah kecil yang bergaya sama dengan kubah utama. Masjid ini merupakan tempat peribadatan umat Muslim yang paling bagus di Kabupaten Tegal. Masjid ini sekarang menjadi ikon atau ciri khas dari Kabupaten Tegal.
Masjid Agung Kabupaten Tegal dihari-hari biasa. Jika bulan biasa, selain kegiatan rutin sebagai jamaah solat, juga sejumlah pengajian, dan silaturahim. Untuk berkumpulnya ulama dan habaib seluruh daerah itu, diselenggarakan pada malam Senin Pahing, yang digelar sekaligus pengajian.
Sedang untuk kegiatan lain yang bersifat syiar Islam, biasanya dilakukan pada hari Selasa bakda Ashar. Pengisi tausiyah kegiatan syiar Islam di luar bulan Ramadan maupun selama bulan suci Ramadan, diatur oleh pengurus yayasan secara bergiliran. Juga dibantu oleh sejumlah ulama setempat yang rela memberikan tausiyahnya secara sukarela untuk umat Islam. Ini foto-foto kita sewaktu disana..
Hemm seru juga yahh bisa tau tentang Trasa dan masjid agung jg.. selesai ini itu kita tak lupa mampir untuk nyobain kuliner tegal juga lho.. hehe
Akhir kata, perjalanan ini menyenangkan dan membuat kangen disaat jauh dari mereka, kalo ada waktu kita bisa bermain lagi.. byby :)
Reff; http://www.bappeda.tegalkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=119:wahana-baru-wisata-kuliner-dan-produk-tegalan-di-kota-slawi&catid=66:berita-terkini-bappeda-kab-tegal&Itemid=61
http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Kabupaten_Tegal
Langganan:
Postingan (Atom)




































































